Bisnis Kuliner Bersama Toyota Sienta

Nisye Veronica disibukkan dengan beragam kegiatan, baik di rumah maupun luar rumah. Wanita yang sempat bekerja di pertambangan ini punya kegiatan sebagai ibu rumah tangga dan mengurus bisnis kulinernya.

“Tiap hari saya lebih sering mengurus rumah. Dimulai mengantarkan ibu, lalu pergi belanja bahan untuk warung dan sore hingga malam sibuk di warung,” ucap Nisye.

Wanita yang juga menjadi moderator di forum Female Daily ini melakukan semua kegiatannya sendirian termasuk berkendara. Tidak jarang kesibukannya ini menuntut mobil yang nyaman dan juga mampu memenuhi kebutuhannya.

“Mobil harus yang nyaman dan juga punya ruang kabin yang luas. Saya selalu membawa banyak barang belanjaan setelah dari pasar karena saya mengolah sendiri bahan-bahan tersebut untuk di warung. Beras, ikan, sayur, yang jumlahnya cukup banyak harus bisa masuk ke dalam mobil,” ucap Nisye.

Nisye melihat Toyota Sienta yang bisa menunjang kesibukannya. Menurutnya, Multi Activity Vehicle (MAV) Toyota ini memenuhi kriteria mobil untuknya berkegiatan sehari-hari.

“Dari luar nampak kecil namun begitu di dalam kabinnya cukup luas. Interiornya juga mewah dan sangat nyaman untuk pengendara harian seperti saya,” ucap wanita yang sejak kuliah selalu menggunakan produk Toyota ini.

Fitur yang cukup menjadi perhatian antara lain dive in seat kursi baris ketiga yang menyediakan ruang tambahan di bagian bagasi. Ini membuat dirinya tidak khawatir dengan banyaknya bawaan untuk keperluan usaha kulinernya.

Penilaian lain dari penggemar traveling dan pemilik empat ekor anjing peliharaan ini adalah dimensi Sienta yang cocok dengan pengemudi wanita.

“Tidak ada namanya kesulitan di tempat parkir. Untuk wanita pengemudi, mobil jangan terlalu besar untuk memudahkan parkir. Namun ruang kabin harus besar agar mengakomodasi bawaan yang banyak. Semua ada di Sienta,” ucap Nisye. (ADV)

Bus Atap Tinggi Laris Manis

Karoseri asal Bogor, Rahayu Santosa, bergerak mengikuti tren permintaan dari perusahaan otobus (PO) yang menginginkan bus beratap tinggi. Tahun ini Rahayu Santosa sudah memproduksi ratusan unit dari tiga varian dari model Jetliner, yakni Semi High Deck, High Deck, dan Double Deck.

Dalam siaran resminya, Selasa (15/11/2016), Rahayu Santosa menjelaskan lebih dari 10 PO sudah memesan bus Semi High Deck dengan Gross Vehicle Weight (GVW) 15 – 16 ton. Pemesannya berasal dari tiga pulau besar di Indonesia, yakni Sinar Jaya, Arimbi, Nuansa Ilham, dari Jawa Barat, lalu Efisiensi asal Jawa Tengah, serta Antar Lintas Sumatra (ALS) domisili Sumatera.

Sejauh pada tahun ini sudah 100 unit yang diproduksi, sementara sekitar 40 unit lagi menunggu diproduksi sampai tutup tahun.

Bus Jetliner High Deck juga laku. Rahayu Santosa menjelaskan bus dengan GVW di atas 16 ton yang tergolong premium ini terpesan 16 unit, delapan di antaranya masih proses produksi. Bus-bus itu merupakan pesanan PO NPM, RAPI, Bintang Utara, dan SAN.
Rahayu Santosa
Bus Jetliner Double Deck rancangan Rahayu Santosa.
Sedangkan Jetliner High Deck dengan tiga sumbu roda telah diproduksi empat unit pada akhir 2015 hingga awal 2016. Masih ada 12 unit lagi yang menunggu diproduksi pesanan PO Makmur, Putra Pelangi, Chandra, dan Putra Jaya.

Baca : Bus Tingkat Bandara Kualanamu Rakitan Bogor

“Terima kasih kepada pelanggan setia Karoseri Rahayu Santosa, atas kepercayaannya kepada produk-produk kami,” ujar Manager Marketing Rahayu Santosa Chrystianto Sutardy.

Rossi Khawatir Kombinasi Lorenzo-Ducati

Jorge Lorenzo mengakhiri musim bersama Yamaha dengan gemilang di GP Valencia pada pekan lalu. Musim depan, juara dunia MotoGP dua kali itu bakal membela Ducati, lantas apakah kombinasi baru ini bikin sang legenda, Valentino Rossi (Yamaha Movistar), khawatir?

“Tentu saja iya,” jawab Rossi, disitat dariCrash.net, Senin (14/11/2016). Juara dunia MotoGP sembilan kali ini mengungkap Ducati dan Honda yang memberikan tekanan padanya sampai putaran terakhir di GP Valencia.

“Ducati adalah sepeda motor yang berbeda. Dia punya beberapa titik lemah dibanding kami, tapi di trek lurus sangat kencang. Saya yakin 100 persen jika Anda melupakan Lorenzo dengan Ducati untuk perebutan juara 2017 Anda sangat bodoh, karena saya pikir dia bisa sangat kompetitif,” kata Rossi.

Rossi sendiri pernah dua musim bersama Ducati pada 2011 dan 2012, sayangnya tidak begitu sukses. Rossi mengatakan Lorenzo tidak bakal merasakan masalah yang sama seperti dia dulu.

Performa Ducati membaik seiring diberlakukannya regulasi teknis yang baru. Ducati sudah dua kali menang seri musim ini.

“Awal dari semuanya, saya pikir atmosfer di Ducati sekarang sedikit berbeda, karena itu telah berganti banyak di dalam. Tetapi saya pikir Jorge akan merasa baik,” ucap Rossi membandingkan Ducati sekarang dengan eranya.