Inilah Ajang Pamer Motor dan Aksesori yang Sebenarnya

EICMA di Milan, Italia, yang diselenggarakan pada 8-13 November 2016, sudah tak lagi berada di level pameran motor. Tapi lebih dari itu, salah satu kiblat ajang pamer kendaraan roda dua dunia itu sudah menjadi satu kesatuan dengan industri sepeda motor.

Terlepas dari menariknya motor-motor baru yang akan memenuhi jalanan dunia pada 2017, EICMA juga menjadi ajang pengembangan bisnis, khususnya menggaet mitra dari dalam negeri maupun mancanegara.

Disiapkan area dan acara khusus untuk para profesional demi membuka kesempatan hubungan B2B (bussiness to bussiness). Penyelenggara bekerjasama dengan Kementerian Pembangunan Ekonomi dan badan promosi bisnis asing menawarkan berbagai kegiatan seperti lokakarya dan seminar untuk membuka peluang ekspansi.

Sejumlah delegasi dari berbagai penjuru di dunia diundang untuk ikut agenda ini, termasuk Indonesia yang diwakili salah satu agen pemegang merek sepeda motor asal Italia, importir aksesori Italia, sampai importir moge CBU.

KompasOtomotif-Donny Apriliananda
Honda CRF250 Rally menjadi penantang serius motor adventure ber-cc kecil.
EICMA dan ”Fashion”
Totalitas EICMA tak berhenti di sana untuk menggerakkan semua komponen industri. Penyelenggara juga menggalakkan kampanye keselamatan berkendara yang disebar ke berbagai kota dengan tema ”Keep an eye on the 2 wheels”. Tujuannya, meningkatkan level perhatian untuk pengguna motor, skuter, dan kendaraan roda dua lainnya, kepada pengguna jalan lainnya.

Paling menarik, gema EICMA tak lantas dibiarkan menguap di area pameran. Seluruh kota ”dipaksa” untuk terus mengikuti agenda ini dengan konsep menarik. Penyelenggara menggandengkan konsep motorisasi dengan dunia fashion yang memang identik dengan kota Milan.
KompasOtomotif-Donny Apriliananda
Salah satu sudut kota di Milan, dipajang karya fotografi dari salah satu media otomotif di Italia untuk EICMA.
Dikemaslah ajang pendukung yang disebut 2-Wheels Week. Selama seminggu, salah satu pusat perbelanjaan terkenal, La Rinascente, dihiasi pernik yang berhubungan dengan pameran. Etalase utama mal ini digantungi motor-motor model baru yang meluncur di EICMA.
Bahkan di berbagai sudut toko enam lantai itu, terselip berbagai produk motor yang berbaur dengan produk fashion. Di sebelah mal, tempat orang-orang berjalan di area Duomo, dipajang karya fotografi yang berhubungan dengan motor.

Berbagai tahapan yang dilakukan EICMA bisa jadi sulit diikuti. Terlebih lagi, pameran ini sudah diselenggarakan selama 74 kali, yang membuat penyelenggara sudah kenyang pengalaman dan bebas menciptakan konsep apa saja.

Bukan tidak mungkin pameran-pameran otomotif di Indonesia berkaca dari sini.

Mobil Hibrida yang Ideal di Indonesia

Dalam roadmap industri otomotif, pemerintah merasa perlu mempertimbangkan keputusan terbaik, yang tentu sejalan dengan target penurunan emisi CO2 pada kendaraan (dalam program Low Carbon Emission). Dari beberapa pertimbangan, mobil bermesin hibrida nampaknya mulai digenjot untuk dikembangkan di Indonesia.

I Gusti Putu Suryawirawan, Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) mengatakan, untuk pasar Indonesia, pihaknya coba melihat dari berbagai sisi dan karakter, khususnya dari mesin kendaraan. Parameternya mulai dari lamanya pengisian bahan bakar (pengecasan untuk mobil listrik), emisi yang dihasilkan, infrastruktur pengisian, tenaga mesin dan jarak tempuh.

Alhasil mobil bermesin hibrida dianggap paling ideal, terutama jika di banding mobil listrik. “Dari fakta tersebut, pemerintah harus melakukan sesuatu, untuk menciptakan sebuah daya tarik mobil hibrida, atau plug-in hibrida di Indonesia, ” ujar Putu di Jakarta, Senin (14/11/2016).

Selain itu, lanjut Putu, pihaknya juga akan mendorong produksi mobil hibrida di Indonesia. Ini Diharapkan bisa membantu mereduksi emisi CO2 yang dihasilkan oleh kendaraan bermotor di Indonesia, terutama roda empat.

“Tahap pertama mungkin memproduksi dengan CKD (completely knocked down) baru nanti kesiapan produsen untuk produksi sendiri. Kami juga sedang berkoordinasi dengan Badan Standardisasi Nasional (BSN) untuk SNI terkait mobil hibrida,” kata Putu.

Kemenkeu Kunci Aturan Baru Pajak Mobil Sesuai Emisi

Pemerintah sedang menggodok aturan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM), di mana akan disesuaikan dengan kadar emisi CO2, yang dihasilkan kendaraan. Saat ini aturan sudah masuk di Kementerian Keuangan, untuk menetapkan besaran pajaknnya.

“Jadi saat ini teman-teman di pajak sedang menghitung pengelompokannya. Seperti kalau karbon CO2 yang dihasilkan -5 gram per kilometer berapa pajaknya, 5-10 gram berapa, dan seterusnya. Pengelompokan itu dilakukan juga bersama Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo),” ujar I Gusti Putu Suryawirawan, Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE), di Jakarta, Senin (14/11/2016).

Putu melanjutkan, harapannya nanti saat aturan ini dijalankan, pihak Kementerian Keuangan juga tidak mengalami gejolak, di mana mereka harus menanggung turunnya pendapatan. Jadi masih dipikirkan matang-matang sebelum diterbitkan.

“Jadi dikhawatirkan yang bakal berimbas pada penurunan. Ini yang seharusnya kita jaga. Ini juga sebenarnya hal sulit, terkait simulasi di pajak,” ucap Putu.

“Berbeda denga Kemenkeu, kalau kami di Kementerian Perindustrian hanya tinggal kumpulkan saja industrinya (produsen), dan menanyakan siapa yang sudah siap. Namun kami juga menjaga, jangan sampai peraturannya keluar, produksinya malah melempem,” ujar Putu.

Ford Pergi, Mitsubishi Ketiban Untung

Operasi penjualan Ford selama ini unggul dalam kategori pembeli borongan alias fleet, pasca kepergiannya dari Tanah Air potensi itu pindah ke merek lain. Salah satu yang angkat tangan ketika ditanya ketiban rezeki yaitu Mitsubishi.

“Pastinyalah, karena terus terang konsentrasi Ford sebelumnya itu sama dengan kami di konsumen fleet. Kita jagoan di fleet, dengan mundurnya Ford berarti kami yang garap,” ucap Imam Choeru Cahya, Head MMC Sales & Marketing Group Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), di Bogor, Sabtu (12/11/2016).

Produk Ford yang paling dominan dibeli borongan yakni pikap Ranger. Ketika penjualannya mulai surut seiring Ford angkat kaki, Mitsubishi bisa bernapas lebih lega menjual Triton. Imam mengungkap sepanjang Januari – Oktober, pangsa pasar Triton di segmen pikap kabin ganda 4X4 sebesar 52,3 persen atau 5.393 unit.
Ford
Kemampuan New Ford Ranger Wildtrak semakin optimal.
Ford sudah menyatakan resmi mengundurkan diri sejak Januari lalu. Sebagai penerusnya, Induk perusahaan, Ford Motor Company, baru saja menunjuk RMA Group yang bertanggung jawab hanya pada layanan purna jual.
Sampai September tahun ini Ford masih terekam Gaikindo melakukan penjualan Ranger sebanyak 114 unit. Tahun lalu dalam periode yang sama, Ranger laku 965 unit.

BMW Dorong Pemerintah Tetapkan Regulasi Mobil Listrik

Pergerakan industri otomotif ke arah ramah lingkungan, mendorong setiap negara untuk menetapkan standar regulasi baru. Indonesia sendiri sudah mewacanakan Low Carbon Emission Program (LCE), walaupun belum terealisasi.

Namun, sebelum aturan itu ditetapkan, kesiapan para produsen mobil untuk memproduksi mobil dengan emisi karbon rendah, jadi hal penting. Memandang kondisi tersebut, merek asal Jerman, BMW menyatakan diri siap hadirkan produk tersebut, melalui diskusi “E-mobility, The Future of the Automotive Industry” dalam Indonesia Economic Forum (IEF).

“Di BMW, kami telah menciptakan sebuah definisi dan standar baru, akan kendaraan yang melambangkan masa depan dan ‘electronic mobility’, melalui sub-brand BMW i. Teknologi dalam BMW i jadi bentuk usaha nyata, dalam menciptakan generasi baru kendaraan revolusioner,“ tutur Karen Lim, President Director BMW Group Indonesia di Jakarta, Senin (14/11/2016).

Di hadapan perwakilan Kementerian Perindustrian dan Gabungan Industri Kendaraaan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Karen juga nyatakan keyakinannya, kalau kehairan BMW i (i8), jadi jawaban akan kemajuan teknologi.
Ghulam/KompasOtomotif
Panelis diskusi dan jajaran manajemen BMW Indonesia dan Asia.
Dorong Pemerintah

Jodie O’Tania, Head of Corporate Communication BMW Group Indonesia mengatakan, melalui diskusi yang dihadirkan BMW ini, harapannya bisa menyamakan pendapat dan pandangan dengan pemangku kepentingan. Lebih dari itu, juga mendorong pemerintah untuk segera menetapkan regulasi tersebut.

“Di mana tujuannya, kami ingin agar terjadi persamaan persepsi untuk semua pemangku kepentingan yang teribat, untuk mendorong agar segera dilaksanakan regulasinya,” ucap Jodie.

Ford Ranger Hilang, Mitsubishi Triton Makin Melesat

Mitsubishi terus dominan di pasar pikap kabin ganda 4X4 bersama Triton, namun tahun ini ada yang beda. Triton makin perkasa karena salah satu alasannya berkaitan dengan kepergian Ford dari Indonesia.

Triton kehilangan salah satu pesaing, yakni Ranger yang penjualannya langsung drop begitu Ford mengumumkan angkat kaki pada Januari lalu. Sebelumnya dua model ini bersinggunan cukup intens karena sama-sama mengandalkan konsumen fleet.

Pada Oktober, pangsa pasar Triton mencapai 59 persen atau 650 unit, sebesar 70 persen pembelian berasal dari konsumen fleet. Imam Choeru Cahya, Head MMC Sales & Marketing Group Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), di Bogor, Sabtu (12/11/2016), menjelaskan, pencapaian itu didukung kepergian Ford.

“Makanya pangsa pasar kami meningkat sekarang sudah melaju hampir 60 persen,” ucap Imam.

Sektor besar pembeli pikap kabin ganda 4X4, pertambangan, sedang lesu tahun ini. Namun buat Mitsubishi ada suplai tambahan sebab pembeli fleet Ranger mulai beralih ke Triton.

“Memang di pertambangan eksplorasi baru tidak sepesat dua tahun lalu. Tetapi kan ada peraturan penggunaan kendaraan maksimal tiga tahun, nah peremajaan inilah yang kami garap. Apalagi dengan mundurnya Ford, ada peluang meraup yang tadinya pakai Ford,” jelas Imam.